Pertamina Buka Suara Terkait Harga BBM Yang Bakal Berubah!


Warning: Undefined array key "tie_hide_meta" in /home/u992852709/domains/kontermini.com/public_html/wp-content/themes/sahifa/framework/parts/meta-post.php on line 3

Warning: Trying to access array offset on value of type null in /home/u992852709/domains/kontermini.com/public_html/wp-content/themes/sahifa/framework/parts/meta-post.php on line 3

Harga minyak dunia saat ini bertahan di US$80 per barel. .
Pada perdagangan Rabu (25/1/2023), harga minyak mentah Brent tercatat US$86,12 per barel. Sedangkan tipe Light Suite atau West Texas Intermediate (WTI) adalah US$80,15 per barel.

Sementara dari sisi nilai tukar rupiah, kurs juga telah mengalami tren penguatan ke level di bawah Rp 15.000 per US$. Pada 25 Januari 2023, kurs tengah berada pada Rp 14.958 per US$. Sementara pada Desember 2022 hingga awal Januari 2023, kurs bahkan di atas Rp 15.500 per US$, bahkan tertinggi sempat mencapai Rp 15.731 per US$ pada 29 Desember 2022 lalu.

Dengan kedua kondisi faktor tersebut, harga minyak masih relatif rendah dan kurs menguat, maka diperkirakan harga BBM non subsidi pada 1 Februari 2023 juga akan mengalami penurunan.

Lantas, sebagai badan usaha yang ditugaskan menyalurkan BBM di masyarakat, apakah Pertamina kemungkinan akan melakukan penyesuaian harga pada 1 Februari mendatang? Mengingat, badan usaha penyalur BBM di Indonesia biasanya melakukan penyesuaian harga setiap bulannya di tanggal 1.

Secretary Corporate PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menyatakan pihaknya masih melakukan review atas pergerakan harga minyak mentah dunia yang melandai dan penguatan kurs Rupiah terhadap dollar. Oleh sebab itu, dia belum dapat memastikan apakah harga minyak akan mengalami penurunan pada Februari mendatang.

“Melihat tren harga minyak, MOPS maupun kurs. Ini yang kami review. Kita tunggu hasil reviewnya ya,” kata Irto kepada CNBC Indonesia, Rabu (25/1/2023).

Seperti diketahui, Badan usaha penyedia BBM belum lama ini kompak menurunkan harga produk BBM-nya per 3 – 4 Januari 2023 lalu. Salah satunya yakni Pertamina.

Sebagai contoh, Pertamina menurunkan harga produk BBM non subsidi Pertamax Cs. Misalnya untuk harga Pertamax di DKI Jakarta turun Rp 1.100 per liter menjadi Rp 12.800 per liter dari sebelumnya Rp 13.900 per liter pada periode Desember 2022.

Baca Juga :  Prediksi Jelang Laga Barito Putera Vs Persebaya

Sementara untuk Pertamax Turbo turun Rp 1.150 per liter menjadi Rp 14.050 per liter, dari sebelumnya Rp 15.200 per liter. Kemudian untuk produk Dexlite kini dibanderol Rp 16.150 per liter, turun Rp 2.150 per liter dari sebelumnya Rp 18.300 per liter. Pertamina Dex dibanderol Rp 16.750 per liter, turun Rp 2.050 per liter dari sebelumnya Rp 18.800 per liter.

Adapun jenis BBM yang rencananya akan diumumkan sekali sepekan termasuk Jenis BBM umum atau BBM di luar dari Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) hingga Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM bersubsidi.

“Sesuai arahan pak Erick dan Menteri ESDM bahwa bagaimana kita bisa melihat harga BBM itu kan tergantung selama harga minyak dunia, khususnya jenis BBM yang tidak termasuk dalam jenis BBM Khusus atau JBKP atau pun JBT,” jelasnya.

Pahala menjelaskan, masyarakat harus siap jika harga BBM mengalami pergerakan yang fluktuatif. Dia bilang, saat penyesuaian dilakukan kebawah, tapi ada saatnya nanti penyesuaian harga dilakukan keatas.

“Misalnya penyesuaiannya ke atas, saat ini bisa penyesuaian ke bawah. Tapi nantinya ke atas lagi ya itu bagian dari konsekuensi ini, sosialisasi ini,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pengumuman penyesuaian harga BBM Pertamax atau BBM non-subsidi seminggu sekali dilakukan sebagai bentuk transparansi data kepada masyarakat.

Mantan Presiden Inter Milan itu mengatakan, masyarakat perlu mengetahui bahwa harga BBM jenis Pertamax atau non subsidi mengikuti penyesuaian harga minyak dunia.