Terkait Anime Suzume No Tojimari, Begini Ungkapan Makoto Shinkai Sebagai Sang Sutradara


Warning: Undefined array key "tie_hide_meta" in /home/u992852709/domains/kontermini.com/public_html/wp-content/themes/sahifa/framework/parts/meta-post.php on line 3

Warning: Trying to access array offset on value of type null in /home/u992852709/domains/kontermini.com/public_html/wp-content/themes/sahifa/framework/parts/meta-post.php on line 3

Sutradara Suzume no Tojimari, Makoto Shinkai, terinspirasi drama Korea Goblin dalam membuat pintu yang bisa menyambungkan ke mana saja.
Pintu dalam Suzume no Tojimari sendiri memang menjadi kunci atau poin penting pada karya terbaru Makoto Shinkai tersebut.

“Ketika saya menonton Goblin, saya mendapat inspirasi karena para karakter menggunakan konsep pintu untuk berpindah waktu dan lokasi. Itu menjadi hal penting bagi saya,” terang Makoto Shinkai dalam konferensi pers promosi Suzume di Korea Selatan.

Dalam Goblin, para pemeran utama, terutama Gong Yoo dan Kim Go Eun, berpindah tempat bahkan masa hanya dengan melewati pintu apa saja.

Salah satu contoh di bagian awal ketika Ji Eun Tak (Kim Go Eun) yang berada di sekolah berusaha mengikuti Kim Shin (Gong Yoo). Kala itu, Kim Shin membuka pintu ruangan sekolah dan saat keluar sudah berada di Kanada.

Sementara itu, terkait reruntuhan dalam Suzume no Tojimari, Makoto Shinkai mengatakan ia terinspirasi dari fenomena Jepang yang saat ini mengalami penurunan tingkat populasi.

“Saya ingin membuat cerita petualangan, jadi saya bertanya-tanya di mana saya bisa mengaturnya di Jepang saat ini,” kata Makoto Shinkai.

“Saya menaruhnya di haikyo (reruntuhan), tempat yang ditinggalkan karena populasinya berkurang,” lanjutnya.

Suzume no Tojimari mengisahkan Suzume, remaja 17 tahun yang memulai perjalanannya di Kyushu usai bertemu pria muda yang sedang mencari pintu.

Suzume kemudian menemukan satu pintu tua yang berdiri tegak di tengah reruntuhan, seolah terlindung dari bencana apa pun yang terjadi dan menghancurkan sekelilingnya.

Suzume terpesona dengan pintu tersebut, dan seperti tertarik ke arahnya, hingga meraih kenop pintu tersebut.

Pintu mulai terbuka satu per satu di seluruh Jepang dan menyebabkan kehancuran bagi siapa pun yang berada di dekatnya. Hal tersebut membuat Suzume harus menutup portal tersebut untuk mencegah bencana.

Suzume no Tojimari tayang di bioskop Indonesia sejak 8 Maret 2023.

Voices of a Distant Star, The Place Promised in Our Early Days, 5 Centimeters per Second, Children Who Chase Lost Voices, dan The Garden of Words merupakan dereta karya dari Makoto Shinkai.

Baca Juga :  Kabar HYBE Jadi Pemegang Saham Terbesar SM Entertainment, Banyak Timbul Spekulasi!

Namun namanya semakin melambung tinggi saat Your Name dirilis pada tahun 2016.

Setelah kesuksesan besar Your Name, Shinkai merilis Weathering with You pada 2019.

Tiga tahun berselang, sutradara berusia 50 tahun ini kembali dengan karya baru berjudul Suzume no Tojimari.

Jika ditarik ke belakang, Makoto Shinkai memiliki sebuah formula ampuh yang selalu dipertahankan.

Formula itu adalah pertemuan dua orang asing, penggambaran dunia magis, dan iringan lagu dari RADWIMPS.

Ketiga unsur itu dibalut dengan cerita cinta remaja dan perjalanan yang memadukan keindahan alam, entah itu pelangi, cahaya matahari atau bahkan hujan.

Pola serupa diterapkan kembali oleh Makoto Shinkai dalam cerita Suzume no Tojimari.

Suzume merupakan seorang anak remaja SMA yang tinggal bersama bibinya setelah ibunya meninggal dunia.

Kehidupan Suzume kemudian berubah saat bertemu dengan Souta yang sedang mencari pintu di tempat-tempat terbengkalai di Jepang.

Souta sebagai Penutup harus menutup setiap pintu yang terbuka karena akan menyebabkan bencana berupa gempa hingga tsunami.

Secara jalan cerita, Suzume memiliki alur yang cukup kuat dengan tema utama sebuah perjalanan.

Perjalanan Suzume dan Souta menutup pintu-pintu bencana memberikan dinamika naik-turun yang terasa bagai rollercoaster.

Penokohan yang unik dari setiap karakter juga memberikan warna pas di sepanjang jalan cerita.

Makoto Shinkai banyak mendapat pujian dari masyarakat Jepang ketika film Suzume no Tojimari pertama kali dirilis.

Film ini mengangkat salah satu masalah besar yang memang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Jepang.

Bencana alam berupa gempa bumi dan tsunami merupakan ancaman yang selalu mengintai Negeri Sakura.

Dikutip dari data Japan Meteorological, ada sekitar 3.800 gempa dengan magnitudo 3,0 hingga 3,9 terjadi per tahunnya.

Selain itu, tempat-tempat terbengkalai atau reruntuhan juga tengah menjadi sorotan bagi Pemerintah Jepang.

Masalah resesi seks yang tengah melanda membuat banyak rumah dan bangunan kosong dan terlantar di Jepang semakin meningkat.

Survei Perumahan dan Tanah Kementerian Dalam Negeri Jepang pada 2018 mencatat ada 62,4 juta rumah di Jepang.