Terkait Kasus Penganiayaan Yang Dilakukan Dandy Satriyo, Harga Pajak Jeep Yang Ia Kemudikan Jadi Sorotan


Warning: Undefined array key "tie_hide_meta" in /home/u992852709/domains/kontermini.com/public_html/wp-content/themes/sahifa/framework/parts/meta-post.php on line 3

Warning: Trying to access array offset on value of type null in /home/u992852709/domains/kontermini.com/public_html/wp-content/themes/sahifa/framework/parts/meta-post.php on line 3

Jeep Wrangler Rubicon tiba-tiba menjadi sorotan publik setelah digunakan oleh pejabat pajak putra Mario Dandy Satriyo dalam kasus pelecehan terhadap David, putra Pelaksana Pusat (PP) GP Anshor Jonathan Latumahina.
Mobil tersebut disita polisi sebagai barang bukti dan Mario ditahan. Menurut situs Samsat PKB Jakarta, mobil Mario adalah Rubicon 2013 dengan mesin V6 3.600 cc.

Mesin itu mampu melepas tenaga maksimum 285 hp pada 6.400 rpm dan torsi maksimum 353 Nm di 4.800 rpm. Tenaga dan torsinya disalurkan ke semua roda melalui transmisi otomatis lima percepatan.

SUV ini memiliki dimensi panjang 4.173 mm, lebar 1.873 mm, dan tinggi 1.842 mm. Sementara jarak antar sumbu roda 2.423 mm dan jarak pijak ke tanah 231 mm.

Kapasitas penumpangnya lima orang dan di kabin tersedia layar berukuran 7 inci yang memiliki fitur AM/FM, hingga Apple car play dan android auto.

Fitur keselamatan mobil ini sudah menggunakan Anti lock Braking System (ABS), Electronic Stability Control (ESC), dan Roll Stability Control (RSC). Pada sisi belakang juga telah disematkan kamera parkir.

Saat ini Jeep Wrangler Rubicon (2-pintu) 2013 dijual dengan kisaran Rp800 jutaan, sementara kondisi baru harganya mencapai Rp1,73 miliar.

Kronologi singkat
Kronologi kasus ini bermula saat David berada di rumah salah satu rumah temannya berinisial R di Perumahan Green Permata, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Mantan pacar David mengirim pesan singkat yang intinya memberi tahu niatan dia untuk mengembalikan kartu pelajar.

David lantas mengirim titik lokasi rumah teman yang sedang dia kunjungi saat itu.

Tak lama setelah lokasi dikirim, Rubicon warna hitam yang dikemudikan Mario berhenti di depan rumah teman David tersebut. David lantas menghampiri mobil itu yang ternyata ditumpangi empat orang.

Baca Juga :  Sang Ayah Sujud Syukur Usai Arif Rahman Arifin Divonis 10 Bulan Penjara Oleh Hakim

Dua dari empat orang tersebut lalu keluar dari mobil dan membawa David ke sebuah gang sepi. Di sanalah David dikeroyok hingga babak belur.

Saat ini David mengalami luka serius hingga mengalami koma.

Sosok Korban Anak Pengurus Ansor
Ketua GP Ansor DKI Jakarta M Ainul Yaqin buka suara terkait penganiayaan tersebut. David, dia sebut, adalah anak dari salah satu pengurus pimpinan pusat (PP) GP Ansor Jonathan.

“Anaknya sahabat Jhonatan, pengurus pimpinan pusat Ansor, (jabatan) tim Cyber PP GP Ansor,” kata M Ainul Yaqin saat dihubungi, Rabu (22/2/2023).

Kejadian pengeroyokan ini viral di kalangan Nahdliyin dan jagat maya. Ainul mendorong agar aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

“Info kejadian pengeroyokan ini telah viral di kalangan Nahdliyin. Di media sosial Twitter, khususnya banyak yang mendorong polisi untuk menangani kasus ini dengan seadil-adilnya. Dan untuk itu Banser NU akan senantiasa mengawal kasus ini hingga tuntas,” ujarnya.

Pihak GP Ansor mendapatkan informasi bahwa peristiwa ini berawal saat David tengah bermain di rumah temannya di kawasan Pesanggrahan. Korban kemudian mendapatkan pesan dari mantan pacarnya yang mengaku ingin mengembalikan kartu pelajar. Korban lantas mengirimkan lokasi rumah temannya tersebut untuk bertemu.

Setelah dikabari sudah sampai, korban pun keluar dan melihat ada sebuah unit mobil Rubicon berwarna hitam sudah terparkir. Di dalamnya ada sekitar 4 orang.

Kemudian korban diajak ke sebuah gang kosong dan langsung dianiaya. Akibat penganiayaan tersebut, David mengalami luka serius di wajah dan harus dilarikan ke rumah sakit.

LBH GP Ansor mengungkap kondisi terkini korban yang dianiaya anak pejabat pajak, Mario Dandy Satrio. LBH GP Ansor memastikan korban sampai saat ini masih koma.